Tanah Itu Memanggil, Pegunungan Meratus

Sudah kurang lebih tiga tahun sejak terakhir aku melakukan pendakian ke Kahung. Itu adalah pendakian terbesar yang pernah kulakukan. Kenapa terbesar? Karena kesibukan kuliah yang saat itu kurasa tak bisa ditinggalkan (padahal mungkin sebenarnya bisa) menyebabkan aku tidak bisa lagi melakukan pendakian yang lain.

Sekarang, dengan deadline untuk segera meninggalkan bumi pertiwi, tiba-tiba tanah itu seakan memanggil lagi untuk dijamah, mungkin yang terakhir kalinya sebelum kutinggalkan pergi. Mungkin kembali ke Kahung, atau ke Halau-Halau, salah satu keinginan yang belum pernah dituluskan.

Aku merindukan rimbun pepohonan besar, jalur yang masih harus di buka, lintah dan pacet yang menghisap darah tanpa ampun, mencuci nesting di pinggir sungai yang mengalir deras, rasa haus yang harus ditahan karena persediaan air yang menipis sebelum mencapai basecamp, suhu yang dingin karena hujan yang datang tanpa diundang, langit malam berhambur bintang, dan bintang jatuh yang tak terhitung.

Tapi yang paling penting kebersamaan di kala pendakian. Aku sadar tujuanku bukan puncak, tapi kebersamaan itu. Perjalanan bersama sejumlah orang yang akhirnya tidak hanya menjadi sebatas kenalan namun menjadi sahabat seperjuangan. Aku pernah punya rumah, dengan abang, adik dan saudara/dingsanak yang mengaku semuak seliur. Keegoisan harganya mahal, dan aku mengorbankan banyak hal tanpa ku tahu.

Dan kali ini tanah itu memanggil. Jika langkah ini sampai, aku ingin melakukannya dengan mereka lagi.

Advertisements

Pendakian Bersama Kahung yang GUE URUSIN dan NGGA BISA IKUT

Nyebelin ngga sih kalo misalnya udah 5 bulan ngurusin administrasi buat acara, kesena kemari nyari tanda tangan, dana dll, eh malah ternyata acara ngga bisa ikut!? Nyebelin banget…

Pendakian ke Kahung ini, biarpun udah pernah dulu, kali ini adalah acara gede yg ngundang banyak mapala. Saatnya untuk belajar bersosialisasi kan, kaaan? Eh, malah ternyata akhirnya cuma bisa satu malam dan cuma sampai desa Belangian tok!

Rame banget deh pokoknya. Continue reading

Packing dan Plastik

mungkin in tulisan pertamaku tentang lingkungan, ya?

Jadi ada satu hal yang mengganggu di pikiranku selama jadi anggota Organisasi Mapala, yakni masalah packing. di sini aku diajarkan, bagaimana caranya packing oleh senior. intinya dari packing, yang aku tangkap sih supaya mudah di bawa, selain itu juga menghindari barang bawaan dari ‘basah’. Continue reading

Trekking Kahung

Catatan Perjalanan Latihan Tiga Divisi-Day 1

Jumat, 25 Maret 2011

Jika ada satu jenis cerita yang ingin kutulis, maka itu adalah cerita misteri. Tapi sayangnya, hingga hari ini, tidak ada satupun ide yang pernah berubah wujud menjadi bentuk tulisan. Alasannya jelas, faktor M, alias ‘malas’.

Tapi bagi yang membaca tulisan ini, aku tekankan, tulisan ini bukanlah cerita misteri. Jadi, buang jauh-jauh pemikiran bahwa dalam catatan ini, kau akan menemukan seonggok mayat atau barang antik yang tiba-tiba mengeluarkan asap dan melakukan hal-hal tidak masuk akal seperti terbang atau menghilang. Yang kau baca sekarang adalah suatu cerita menuju puncak yang penuh dengan lintah, dunia miring dan serangan hujan yang selalu datang pada saat yang tidak tepat.

Cukup pengantarnya. Here we go. Continue reading