Packing dan Plastik

mungkin in tulisan pertamaku tentang lingkungan, ya?

Jadi ada satu hal yang mengganggu di pikiranku selama jadi anggota Organisasi Mapala, yakni masalah packing. di sini aku diajarkan, bagaimana caranya packing oleh senior. intinya dari packing, yang aku tangkap sih supaya mudah di bawa, selain itu juga menghindari barang bawaan dari ‘basah’.

Poin terakhir mengakibatkan kita harus melindung barang kita dengan sesuatu yang tidak tembus air. Dari seniorku, jawabannya adalah dry bag, kantong mayat dan kantong plastik. setelah aku itung-itung, kira-kira minimal 10 biji kantong plastik cuma buat packing.

Yang jadi masalah adalah di poin kantong plastiknya. Saat aku ekspedisi ke Kahung, hal yang paling aku pikirkan adalah bagaimana caranya agar packing ku tidak bocor. After that, what I did was: beli kantong plastik satu pak. Aku yakin bakal di pakai dan pasti akan terpakai.

benar saja, untuk packing di rumah saja sudah pakai lebih dari sepuluh kantong plastik. untuk jaga-jaga, aku masukkan kantong plastikku ke dalam carrier.

Saat di Kahung, berkali-kali, kantong plastikku itu terpakai, tidak hanya aku, tapi juga peserta ekspedisi yang lain. Sampai akhirnya semua kantong plastik yang ku bawa (1 pak) habis sebelum ekspedisi berakhir, buat nyimpan baju basah lah, buat misahin logistik, buat nyimpen rokok, dll.

There, aku nyadar, penting banget bawa kantong plastik, soalnya pada kenyataannya, nyaris semua nanya: “Na, kantong plastik ada ngga?”.

Selanjutnya, the case: bukannya plastik itu susah banget buat melapuk ya? atau bahkan nggak bakal bisa melapuk. tapi kami, Mapala, satu orang dalam sekali ekspedisi minimal perlu belasan kantong plastik untuk packing, kali beraapa orang, bakal banyak banget pakai plastik! Mana plastiknya juga nggak bakal di simpan untuk dipakai ulang or something like that (so far that I saw, let’s talk about the fact that I see), jadilah kita bikin sampah.

masalah packing ini, jujur ya, kalau bisa diganti caranya. Gimana caranya supaya packing ngga perlu banyak-banyak pakai kantong plastik, dan giman acaranya supaya nggak perlu tergantung ke kantong plastik. Bener, kantong plastik itu efisien dan pas banget buat urusan packing biar nggak kena air. Tapi, dampak selanjutnya, sampah yang nggak bisa melapuk. rasanya nggak pas. mapala nyampah dengan hasil sampahannya kantong plastik. Apa mungkin ya, masalah packing ini bisa dirubah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s