Mpret Setegas Kentut

Jika ada satu tokoh novel yang paling aku sukai, maka dia adalah Mpret. Dia adalah satu tokoh dalam novel Supernova: Petir. Novel yang berkali-kali aku baca dan masih selalu tertawa atas lelucon segar dan cerdas dari penulisnya, Dewi Lestari.

Siapa sih si Mpret ini? Mpret, setegas kentut. Nama asli Mpret adalah Toni. Dia bisa dibilang seorang Cybercriminal. Dalam waktu 12 tahun berkelana di dunia cyber, dia sudah menyumbang 10 virus ke daftar Norton Antivirus, mampu mebobol internet banking, menghack situs belanja online. Dulu dia kuliah di Geologi ITB tapi dia hengkang dan akhirnya hidup dengan kemampuanya di dunia cyber.

Masih muda, 20 tahunan. Orangnya sangat menyenangkan. Cara berpakaiannya sama dengan netter maniak lain, pakai kaos dan celana lusuh, rambut tidak rapi. Jangan salah sangka, dia bukan jenis maniak komputer bermata sipit seperti orang-orang elit dengan rumah besar. Kamar kosnya kecil dan nyempil.

Dia punya personality yang sangat menarik. Hobinya selain internet adalah tertawa. Jika melihat matanya, maka semua orang bisa merasa percaya padanya. Untungnya dia bukan jenis penipu, yang ada dia hitungan kalau masalah uang, hingga ke satuan terkecil.

Bicara soal Mpret, selalu secara tidak langsung menguhubungkannya dengan komunitas. Pekerjannya adalah bergaul, temannya sangat banyak, dan jaringan pertemanan ini lama-kelamaan menjadi jaringan semiprofesional dengan pekerja penuh gairah tanpa tekanan kerja dan kreativitas yang tinggi. Mpret yang membantu untuk mengembangkan kemampuan teman-temannya. Mpret bisa dikatakan seorang manusia kunci.

‘Mpret, setegas kentut, Dari menyebut namanya saja kalian sudah bisa meraba, kan? Mpret setegas kentut. Bukan kentut berpanjang-panjang dan berbisik-bisik,tapi yang keras, pendek, dan hadir.’—Elektra, Supernova.

Dan aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Eletra, dia adalah seorang penjahat, yang menyenangkan. Kenapa? Sebab dia menghargai hidup. Bagaimana caranya memandang hidup membuat dia pantas untuk dimaafkan atas segala perbuatan kriminalnya (yang sebagian kecil dari hasil perbuatannya bisa bikin home theatre dengan ruangan kedap suara).

Kalau membayangkan Mpret, aku selalu membayangkan Ijal. Kurus, rambut tidak rapi, sukanya main komputer dan masih sanggup tidak pakai kacamata sampai sekarang. (Minjam nama jal lah, supaya orang nyaman membayangakan).

Ini beberapa line dari novel Supernova:

“Tapi, kok, kamu pelit! Itungan!

la seketika menoleh, dan aku tertegun. Berharap ia akan menatapku bengis, tapi tidak, justru matanya bersinar lembut. Seolah memandang jabang bayi. Tra, mana bisa gua pelit? ujarnya. Teliti, iya. Tapi tidak pernah pelit. Apa yang mau gua pelitin? Gua nggak punya apa-apa. Barang-barang ini semua sulap. Besok kebakar juga nggak jadi duit lagi. Mpret kemudian menepuki komputernya: Mulut gua bisa ngomong, ini sejuta, ini dua juta, tapi dalam hati gua nggak pernah ngelihat itu. Gua cuma ngelihat apa yang bisa bikin gua senang, bisa bikin teman-teman gua hepi, mereka jadi maju, jadi rajin. Cukup.”

“Mpret adalah seorang miliarder andai semua uang kejahatannya dikumpulkan. Namun ia berkeliaran sebebas burung gereja tanpa ada yang mengira bahwa di balik kaos lisut dan tampang belum mandi itu, Mpret adalah penjahat kelas kakap—yang menyenangkan. Aku harus menambahkan itu. Melihat bagaimana ia menikmati dan mengapresiasi hidup, membuatku merasa Mpret layak diampuni” Etra

“Kenapa nggak punya pacar, ya?

Mana sempetlah. Profesi utama Mpret sebenarnya kan bukan berbisnis, tapi bergaul. Gua nggak kebayang gimana si Mpret bisa pacaran.Kapan ketemunya, coba? Harus bikin appointment dari seminggu sebelum,kali.” Etra dan Miun.

“Karena apa? Ia berhenti sejenak, namun mata itu tidak belok ke mana pun juga. Karena semua warnet rancangan gua akan menghasilkan keuntungan paling besar, dengan biaya yang paling rendah. Biaya konsultan cuma tai kucing dibanding apa yang bakallu dapat…” Mpret.

2 thoughts on “Mpret Setegas Kentut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s