Hak untuk Diam

kalau suka nonton CSI atau film hollywood apapun yang ada polisinya, yang mana polisinya suka nangkepin orang, biasanya familiar dengan kata-kata ini:

You have the rights to remain silent. Anything you say can will be used against you in a court of law.

Atau dalam bahasa

Anda berhak untuk diam. Apapun yang anda katakan dapat digunakan untuk melawan anda di pengadilan.

Rasanya sih artinya gitu, hehe. Ada yang tau ini namanya apa? Ini disebut sebagai Miranda’s rights atau Miranda’s warning. Eit’s bukan Miranda Cosgrove yang itu.

Kita sering banget denger ini dipakai, tapi jarang ada yang tahu apa namanya. Gambar yang bisa dilihat dengan dua presepsi itu pun, kita sering lihat, tapi nggak tahu namanya kan? Nah! Saya tau, tapi lupa… :p. I will find about it later.

Jadi, Miranda’s rights itu adalah hak yang diberikan buat tersangka pelaku kriminal. Hak ini  memang kadang terdengar seperti hukuman untuk tidak boleh bicara, tapi sebenarnya hak ini memberikan pengamanan kepada tersangka agar tersangka tidak memberatkan dirinya sendiri dalam suatu kasus. Jika polisi tidak memberikan hal ini pada tersangka, tersangka tadi bisa diinterogasi namun Miranda’s Rights nya akan tetap diberikan, yakni keterangannya pada saat interogasi tidak akan digunakan di pengadilan.

Miranda’s right pertama kali di Amerika, muncul pada saat ada seorang tersangka wanita bernama Miranda pada saat itu ditangkap karena kasus penculikan dan pemerkosaan. Pada saat ditangkap itu, hak-haknya dilanggar oleh polisi (saat itu di Arizona). Karena itulah pengadilan membuat aturan terkait penangkapan tersangka.

Saya sendiri, sebenarnya tau hal ini dari nonton film detektif cewek itu… yang sama anak kecil. Saya lupa judulnya. Ntar deh saya cari. tapi tentang Miranda’s rights sendiri, saya googling dan dapet di wikipedia juga, for further reading, di sini.

 

Advertisements

menulis, kemudian didengar

contohnya, yang mudah aja, Raditya Dika. Penulis komedi ini, setelah menjadi penulis bestseller, kemudian dikenal sebagai seorang anak muda yang berprestasi. Setelah itu di diundang talkshow, pertama-tama sih tentu aja soal tulisannya, lama-kelamaan dia jadi pembicara workshop tentang blogging atau penulisan. Kemudian kenal ‘orang-orang’, lalu sekarang dia malah ngobrol-ngobrol soal politik di Provocative Proactive di MetroTV setiap malam Jumat.

See? Dulu dia menulis soal kolor bokapnya sekarang dia dibayar buat ngomongin masalah pluralisme.

Bukannya tanpa latar belakang sih, dia memang mahasiswa UI Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dulu juga pernah kuliah Bisnis di Adelaide. Secara akademik, cocok aja.

Poin yang saya tandai, he starts on writing. whatever it is, tapi kemudian dia menarik perhatian orang terhadapnya. dari situ, dia berangkat ke sesuatu yang jauh lebih.

Tidak hanya dia sebenarnya, masih banyak yang lain. Alanda Kariza misalnya. Muda, berbakat, aktivis. Dia juga menulis.

Selain mereka yang berbatu loncat di menulis, ada juga mereka yang jadi terkenal memang karena tulisannya. Misalnya saja Goenwan Mohamad penulis Catatan Pinggir di Tempo. Tulisannya cenderung santai dan terkesan penuh dengan tokoh-tokoh di masa lain (seperti tokoh perwayangan, cendikiawan, tokoh abad pertengahan, pemimpin-pemimpin negara), berbau sosiologi dan filsafat banget. Biasanya, itu bisa jadi sesuai sekali dengan perbandingan dengan hal yang terjadi di Indonesia. Selain itu juga banyak pelajaran yang bisa diambil dari tulisan seseorang yang seakan sedang melamun, menerawang dari berbagai sudut pandang.

Atau Samuel Mulia yang menulis kolom Parodi di Kompas setiap hari Minggu. Tulisannya tentang hal-hal kecil di keseharian kita (saya suka sekali jenis detil seperti ini). Sayangnya saya sudah lama sekali nggak baca koran :(. habis searching, tadi baru baca yang judulnya Asmaranada. Bagus deh!

Orang-orang inilah, yang saya kagumi.

the real first post

Jadi, post yang paling bawah itu dibiarin aja. Post kedua ini jadi post pertama manusia yang minta panggil Oqinaa.

I have to explain what this blog is about at the first post, no? Saya biasanya gitu sih. Rencananya blog ini buat posting beberapa hal yang menarik buat saya, sekaligus buat naroh laporan perjalanan. Perjalanan apa? Anything! Karena kira-kira saya bakal sering pergi-pergi kemana-mana. I really love traveling in many forms, koper dan ransel. Dan katanya jangan sampai perjalanan yang sebegitu berkesannya (senang, susah, SAKIT) hilang begitu saja.

Backgroundnya, bikin sendiri, pakai barcode generator di sini. Entah kenapa, sulit banget buat saya mendeskripsikan diri saya pakai gambar yang colorfull atau gimana, akhirnya, ya! Barcode aja deh! Mungkin saya emang se-plain itu. -___-

Backgroundnya juga, karena udah terlanjur hitam putih, okelah, lanjutin aja, headernya jadi background deh. Nggak kreatif banget? Emang!

Minggu depan rencananya mau pergi ke Gunung Kahung buat latihan tiga divisi. Moga-moga jadi, biar ntar bisa bikin postingan bagus buat disini.

Okelah, itu aja dulu buat sekarang.

The last word: HAH! BLOG LAGI!?